Oleh JurniscomSenin, 16 Februari 2015 10:07 WIB
CIREBON (Jurnalislam.com) - Ratusan massa Aliansi Amar Makruf Nahi Munkar (ALMANAR) Cirebon mendatangi tempat aliran sesat Idris Nawawi pada Ahad (15/2/2015). Sepak terjang Idris Nawawi dinilai telah meresahkan masyarakat dan umat Islam Cirebon.
ALMANAR melakukan presentasi tentang kesesatan ajaran Idris Nawawi di rumahnya yang beralamat didesa setu kulon, Blok Siampel RT12/RWO1, kecamatan Weru, kabupaten Cirebon itu.
Menurut ALMANAR, poin inti kesesatan H.idris nawawi adalah: praktek perdukunan, paranormal, santet, dengan kedok ajaran Islam disertai penipuan dan menjual agama Islam.
Ustadz Andi Mulya membeberkan, bahwa setelah ia mempelajari barang-barang bukti berupa kitab-kitab Idris Nawawi, ceramah-ceramah Idris nawawi dan pengakuan dari para korban. Idris diketahui telah mengajarkan santet dan mengaku pernah ke Lauhul mahfuz.
"Idris juga mengaku pernah bertemu dengan malaikat Jibril dan Rasulullah. Menurutnya Rasulullah juga memberikan benda keramat kepada Idris Nawawi, dan masih banyak lagi kesesatannya," kata Ustadz Andi.Menurut korban bernama Yogi, menyebutkan bahwa waktu itu ada seorang mualaf bernama Antonius datang ke Idris untuk belajar agama Islam. Akan tetapi oleh Idris malah disuruh untuk membeli benda keramat berupa patung Nyi Roro kidul produk Idris sendiri seharga kurang lebih 200 jutaan dengan khasiat untuk kekayaan.
"Karena merasa dibohongi oleh Idris maka si mualaf tadi kembali kepada agama semula," kata Yogi yang sudah mengikuti Idris sejak tahun 2008.
Tambah Yogi, Idris juga mengajarkan kepada santrinya bahwa para tokoh ulama terdahulu yang banyak menulis kitab itu bukan manusia akan tetapi jin. Perkataan Idris itu terdapat dalam rekaman sebuah kaset sebagai alat buktinya.
Sementara itu, menurut Ustadz Abu Usamah Nur Irhab kesesatan ajaran Idris adalah mencampuradukan atau mengoplos ajaran Islam dengan ajaran Hindu-Budha.
"Banyak puasa-puasa sesat yang diajarkan oleh Idris. Puasa untuk mencari rezki, puasa untuk mencari jabatan, puasa untuk mahabbah dan lain-lain. Seperti puasa mutih, puasa makan yangg tidak bernyawa dan lain sebagainya," kata Abu Usamah.
Setelah ALMANAR memaparkan kesesatan ajaran Idris di hadapan instasi pemerintah seperti MUI, BOKORPAKEM dan Kesbangpol. Belum ada komentar dari lembaga-lembaga tersebut. MUI mengaku belum pernah menerima pengaduan dari korban ataupun dari ALMANAR tentang kesesatan ajaran Idris Nawawi.
Sementara itu, korban bernama Yogi mengaku sudah mengadukannya kepada MUI sejak satu tahun lalu.D Namun, tidak ada tanggapan dari MUI.
AlMANAR mengaku akan terus menekan pihak-pihak terkait di pemerintahan agar segera menuntaskan masalah ajaran sesat Idris ini. ALMANAR juga mendesak agar dikeluarkannya fatwa sesat kepada ajaran Idris Nawawi.
Zarqawi | Jurniscom
Blog ini berisi kumpulan tulisan, ajaran,snapshot dan iklan paranormal Idris Nawawi TjA Jam'ul Ijazah Cirebon yang saat ini sedang ramai dihujat di facebook.Blog ini juga berisi bantahan atas pernyataan dan tulisan Idris Nawawi TjA. MUI Cirebon Jawa Barat sudah mengeluarkan fatwa SESAT atas ajaran Idris Nawawi.
produk paranormal Idris Nawawi TjA Jam'ul Ijazah
Keterangan
Blog ini berisi kumpulan tulisan, ajaran,snapshot dan iklan paranormal Idris Nawawi TjA, pimpinan Pondok Pesantren Hafidz Qur'an Jam'ul Ijazah di Plered, Cirebon, Jawa Barat yang saat ini sedang ramai dihujat di facebook.
Sumber isi blog ini diambil dari:
1. Grup tertutup kumpulan artikel Idris Nawawi Jam'ij.
2. Grup kumpulan artikel Sutristian (copi paste).
3. Berbagai Situs dan blog.
4. Status dan komentar di facebook.
Blog ini juga berisi bantahan atas pernyataan dan tulisan Idris Nawawi TjA.
Harap dicermati, tulisan Idris Nawawi TjA yang menyangkut kutipan hadits Rasulullah saw dan hadist qudsi umumnya tidak disertai perawi yang jelas. Inilah yang mengindikasikan adanya penyimpangan dan kesesatan dalam tulisan-tulisan tersebut.MUI Cirebon Jawa Barat sudah mengeluarkan fatwa SESAT atas ajaran Idris Nawawi
Tampilkan postingan dengan label Husen Nawawi Jam'ul Ijazah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Husen Nawawi Jam'ul Ijazah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Februari 2015
Diduga Sesat, Pondok Pesantren di Cirebon, Jawa Barat didemo (video)
Jumat, 12 September 2014
Usut Aliran Sesat, FIS Jabar Audiensi Dengan Kejati Jabar
Jum'at, 17
Zulqaidah 1435 H / 5 September 2014 21:00 wib
BANDUNG (voa-islam.com) – Dalam rangka mengusut aliran sesat pimpinan Idris Nawawi
yang berada di Cirebon, Forum Islami (FIS) Jawa Barat, yang merupakan gabungan
Ormas Islam seperti Gerakan Pagar Aqidah (GARDAH) Aliansi Masyarakat Nahi
Munkar (ALMANAR), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jabar, dan Laskar
Sabilillah, pada Selasa (02/09/) yang lalu melakukan audiensi dengan Kejaksaan
Tinggi Jawa Barat, sebagai koordinator Badan Koordinasi Pengawasan Aliran
Kepercayaan (Bakorpakem).
Dalam kesempatan audiensi ini, selain mendiskusikan dan
melaporkan adanya aliran sesat pimpinan Idris Nawawi di Cirebon, FIS Jabar juga
menyerahkan berkas-berkas yang bisa dijadikan sebagai bukti untuk mengeluarkan
fatwa sesat kepada aliran sesat pimpinan Idris Nawawi itu.
“Iya, tadi kita menyerahkan berkas-berkas (terkait alian
sesat Idris Nawawi – red.) kepada Kejati, nanti mereka akan mengkaji
berkas-berkasnya terlebih dahulu,” kata Koordinator FIS Jabar Ustadz Suryana
Nurfatwa kepada voa-islam.com usai audiensi, Selasa, 2 September 2014.
Ustadz Suryana selanjutnya mengakatan apa yang ditempuhnya
ini merupaka cara yang sesuai prosedur dalam ‘menghabisi’ aliran-aliran sesat
yang ada di Indonesia, walaupun dengan cara ini memang membutuhkan waktu yang
tidak sebentar.
“Kalau sudah keluar fatwa resminya, namun tidak ada tindak
lanjut dari pihak yang berwenang, ketika teman-teman (Ormas Islam – red)
bergerak di lapangan, itu menjadi seperti sanksi sosial” tegasnya.
Selain membicarakan aliran sesat Idris Nawawi, perwakilan
FIS Jabar juga menyampaikan beberapa persoalan umat Islam di Indonesia lainnya,
seperti aliran Syi’ah dan kasus terbaru penghinaan yang dilakukan oleh Senat
Mahasiswa Fakultas Usluhuddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya, yang
dinilai menghina Tuhan.
Ketua Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Barat, Suparman SH.
M.H yang menemui gabungan Ormas Islam yang tergabung dalam FIS Jabar menyakatan
ucapan terima kasihnya atas silaturahim yang dilakukan oleh FIS Jabar ini.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas silaturahim ini
dan kami berharap terus bisa berkomunikasi dengan teman-teman, karena
teman-teman yang serinfg berada di lapangan” ujarnya menutup acara audiensi ini
dan sempat menyerahkan data sejumlah aliran sesat yang ada di Jawa Barat.
[syahid/voa-islam.com]
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/09/05/32692/usut-aliran-sesat-fis-jabar-audiensi-dengan-kejati/#sthash.bR6NtT8b.7WEQcXnr.dpuf
Selasa, 17 Februari 2015
Tuntut MUI Keluarkan Fatwa Sesat, Al Manar Resmi Laporkan Aliran IDRIS NAWAWI ke Bakorpakem
CIREBON (CT) – Menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di
Pesantren IN, Aliansi Masyarakat Nahi Mungkar (Al Manar) melaporkan
secara resmi kepada Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan
(Bakorpakem) Kabupaten Cirebon atas dugaan penistaan agama dan penipuan.
Al Manar yang dipimpin Andi Mulya melakukan pelaporan resmi disertai dengan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan video. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Perwakilan tokoh agama dan beberapa instansi terkait di Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Cirebon.
Menurut Andi Mulya, pihaknya menuntut dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon agar mengeluarkan fatwa sesat terkait ajaran yang dilakukan oleh IN. Andi menuntut agar sesegera mungkin MUI mengeluarkan fatwa. Andi mengancam akan melakukan tindakan seandainya fatwa tersebut tidak dikeluarkan sesegera mungkin. Setelah keluarnya fatwa dari MUI pihaknya akan menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian.
“Ini adalah proses terakhir. Kami resmi mengadukan kepada Bakorpakem, utamannya MUI yang punya hak untuk fatwa sesat. Sesegera mungkin kasus ini diselesaikan. Jangan sampai habis kesabaranya kami akan tindak sendiri. Jangan salahkan kami,” tegasnya.
Sementara dari pihak MUI menanggapi hal tersebut dengan serius. Pihaknya mengaku akan tetap mengawal kasus tersebut dengan melakukan musyawarah untuk mengerluarkan fatwa tersebut.
“Kami serius dengan hal ini. Kita akan tetap mendampingi lalu akan melakukan musyawarah untuk mengeluarkan fatwa. Mempelajari laporannya, kalau belum bisa dipahami kami akan mendatangkan pelapor supaya jelas,” ujar Bahrudin Ketua MUI Kabupaten Cirebon. (Iskandar)
Al Manar yang dipimpin Andi Mulya melakukan pelaporan resmi disertai dengan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan video. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Perwakilan tokoh agama dan beberapa instansi terkait di Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Cirebon.
Menurut Andi Mulya, pihaknya menuntut dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon agar mengeluarkan fatwa sesat terkait ajaran yang dilakukan oleh IN. Andi menuntut agar sesegera mungkin MUI mengeluarkan fatwa. Andi mengancam akan melakukan tindakan seandainya fatwa tersebut tidak dikeluarkan sesegera mungkin. Setelah keluarnya fatwa dari MUI pihaknya akan menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian.
“Ini adalah proses terakhir. Kami resmi mengadukan kepada Bakorpakem, utamannya MUI yang punya hak untuk fatwa sesat. Sesegera mungkin kasus ini diselesaikan. Jangan sampai habis kesabaranya kami akan tindak sendiri. Jangan salahkan kami,” tegasnya.
Sementara dari pihak MUI menanggapi hal tersebut dengan serius. Pihaknya mengaku akan tetap mengawal kasus tersebut dengan melakukan musyawarah untuk mengerluarkan fatwa tersebut.
“Kami serius dengan hal ini. Kita akan tetap mendampingi lalu akan melakukan musyawarah untuk mengeluarkan fatwa. Mempelajari laporannya, kalau belum bisa dipahami kami akan mendatangkan pelapor supaya jelas,” ujar Bahrudin Ketua MUI Kabupaten Cirebon. (Iskandar)
Senin, 16 Februari 2015
Diduga Sebarkan Ajaran Sesat, Ormas Almanar Datangi Ponpes Pimpinan IDRIS NAWAWI
CIREBON(CT) – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi
Masyarakat Nahi Mungkar, mendatangi pesantren pimpinan IN, yang terletak
di Desa Setu Kulon Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.
Puluhan massa tersebut datang dengan membawa motor dan mobil membawa
spanduk bertuliskan sterilkan wilayah 3 Cirebon dari bentuk aliran
sesat. Dalam orasinya massa mendesak agar pihak Pesantren yang dipimpin
IN agar menjelaskan ajaran yang diberikannya kepad para santri.
Massa menduga apa yang diajarkan oleh IN, sudah jauh dari ajaran
Allah dan Rasulnya. Mereka menduga ajaran yang diajarkan adalah bentuk
perdukunan.
Massa juga menyoroti bisnis usaha yang dilakukan oleh IN yakni bisnis
jual beli batu akik, yang mereka duga adalah bentuk perdukunan dan
sesat. Rencananya massa datang ke Pesantren tersebut untuk berdialog
dengan IN dan para tokoh ulama, serta MUI Kabupaten Cirebon.
Massa tersebut berharap dalam pertemuan ini akan menghasilkan
keputusan yang bisa menyelesaikan permasalah ini karena ajarannya yang
diduga menyimpang. Massa juga mengharapkan kepada IN untuk berhenti
mengajarkan ajaranya lantaran dianggap sesat. (Iskandar)
Kamis, 24 Juli 2014
Ancaman Pimpinan Pontren Idris Nawawi Jam'ul Ijazah Cirebon kepada Ibnu Firdaus dan Nur Lekha
PRESS RELEASE FORUM ISLAMI (FIS) JAWA BARAT TENTANG ALIRAN SESAT PIMPINAN IDRIS NAWAWI JAM'UL IJAZAH
Selasa, 17 Februari 2015
Tuntut MUI Keluarkan Fatwa Sesat, Al Manar Resmi Laporkan Aliran IDRIS NAWAWI ke Bakorpakem
CIREBON (CT) – Menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di
Pesantren IN, Aliansi Masyarakat Nahi Mungkar (Al Manar) melaporkan
secara resmi kepada Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan
(Bakorpakem) Kabupaten Cirebon atas dugaan penistaan agama dan penipuan.
Al Manar yang dipimpin Andi Mulya melakukan pelaporan resmi disertai dengan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan video. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Perwakilan tokoh agama dan beberapa instansi terkait di Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Cirebon.
Menurut Andi Mulya, pihaknya menuntut dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon agar mengeluarkan fatwa sesat terkait ajaran yang dilakukan oleh IN. Andi menuntut agar sesegera mungkin MUI mengeluarkan fatwa. Andi mengancam akan melakukan tindakan seandainya fatwa tersebut tidak dikeluarkan sesegera mungkin. Setelah keluarnya fatwa dari MUI pihaknya akan menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian.
“Ini adalah proses terakhir. Kami resmi mengadukan kepada Bakorpakem, utamannya MUI yang punya hak untuk fatwa sesat. Sesegera mungkin kasus ini diselesaikan. Jangan sampai habis kesabaranya kami akan tindak sendiri. Jangan salahkan kami,” tegasnya.
Sementara dari pihak MUI menanggapi hal tersebut dengan serius. Pihaknya mengaku akan tetap mengawal kasus tersebut dengan melakukan musyawarah untuk mengerluarkan fatwa tersebut.
“Kami serius dengan hal ini. Kita akan tetap mendampingi lalu akan melakukan musyawarah untuk mengeluarkan fatwa. Mempelajari laporannya, kalau belum bisa dipahami kami akan mendatangkan pelapor supaya jelas,” ujar Bahrudin Ketua MUI Kabupaten Cirebon. (Iskandar)
Al Manar yang dipimpin Andi Mulya melakukan pelaporan resmi disertai dengan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan video. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Perwakilan tokoh agama dan beberapa instansi terkait di Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Cirebon.
Menurut Andi Mulya, pihaknya menuntut dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon agar mengeluarkan fatwa sesat terkait ajaran yang dilakukan oleh IN. Andi menuntut agar sesegera mungkin MUI mengeluarkan fatwa. Andi mengancam akan melakukan tindakan seandainya fatwa tersebut tidak dikeluarkan sesegera mungkin. Setelah keluarnya fatwa dari MUI pihaknya akan menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian.
“Ini adalah proses terakhir. Kami resmi mengadukan kepada Bakorpakem, utamannya MUI yang punya hak untuk fatwa sesat. Sesegera mungkin kasus ini diselesaikan. Jangan sampai habis kesabaranya kami akan tindak sendiri. Jangan salahkan kami,” tegasnya.
Sementara dari pihak MUI menanggapi hal tersebut dengan serius. Pihaknya mengaku akan tetap mengawal kasus tersebut dengan melakukan musyawarah untuk mengerluarkan fatwa tersebut.
“Kami serius dengan hal ini. Kita akan tetap mendampingi lalu akan melakukan musyawarah untuk mengeluarkan fatwa. Mempelajari laporannya, kalau belum bisa dipahami kami akan mendatangkan pelapor supaya jelas,” ujar Bahrudin Ketua MUI Kabupaten Cirebon. (Iskandar)
Senin, 16 Februari 2015
Diduga Sebarkan Ajaran Sesat, Ormas Almanar Datangi Ponpes Pimpinan IDRIS NAWAWI
CIREBON(CT) – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi
Masyarakat Nahi Mungkar, mendatangi pesantren pimpinan IN, yang terletak
di Desa Setu Kulon Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.
Puluhan massa tersebut datang dengan membawa motor dan mobil membawa
spanduk bertuliskan sterilkan wilayah 3 Cirebon dari bentuk aliran
sesat. Dalam orasinya massa mendesak agar pihak Pesantren yang dipimpin
IN agar menjelaskan ajaran yang diberikannya kepad para santri.
Massa menduga apa yang diajarkan oleh IN, sudah jauh dari ajaran
Allah dan Rasulnya. Mereka menduga ajaran yang diajarkan adalah bentuk
perdukunan.
Massa juga menyoroti bisnis usaha yang dilakukan oleh IN yakni bisnis
jual beli batu akik, yang mereka duga adalah bentuk perdukunan dan
sesat. Rencananya massa datang ke Pesantren tersebut untuk berdialog
dengan IN dan para tokoh ulama, serta MUI Kabupaten Cirebon.
Massa tersebut berharap dalam pertemuan ini akan menghasilkan
keputusan yang bisa menyelesaikan permasalah ini karena ajarannya yang
diduga menyimpang. Massa juga mengharapkan kepada IN untuk berhenti
mengajarkan ajaranya lantaran dianggap sesat. (Iskandar)
Usut Aliran Sesat, FIS Jabar Audiensi Dengan Kejati Jabar
Senin, 21 Juli 2014
Inilah Pengakuan Seorang Wanita Mantan Pengikut Aliran Sesat Idris Nawawi Jam'ul Ijazah Cirebon (2)
Untuk memantapkan lagi, saya datang ke Pekalongan untuk menemui Ulama Besar Habib Muhammad Lutfhy Bin Yahya untuk menanyakan nasab Idris, jawaban beliau sama yaitu Idris Nawawi bukan keturunan Yahya alias Habib palsu. Dari situ saya jengkel sekali.
Karena itulah saya memutuskan untuk keluar dari Jam’ul Ijazah dengan diam-diam tapi sepertinya Idris tahu gelagat saya yang mau menjauh. Kemudian dia fitnah saya macam-macam, di FB saya dijadikan ejeken dengan santrinya di FB. Tadinya di inbox saya udah kasih nasihat baik-baik, tapi yang ada saya mendapat fitnah yang keji, saya dibilang wanita panggilan. Karena ini udah menyangkut pengrusakan aqidah umat Islam, jadi saya bongkar saja penipuan dia di FB, bertujuan agar tidak ada lagi korban, karena Idris Nawawi mencari pengikut, jamaah, santri dari FB.
Niat awal saya mau mengenal santri dan Idris Nawawi adalah untuk mengaji karena saya sedang dalam pencarian mencari seorang guru. Karena dulu Idris Nawawi mengaku keturunan Nabi, bahkan mengaku murid Wali Tertinggi di dunia saat ini, jadi saya tertarik.
Pada awalnya, di group artikel-artikel yang ditulis oleh Idris Nawawi menuju ke arah kebaikan, tapi lambat laun, terus-menerus malah ke hal-hal mistik, seperti jualan jimat. Saya ikut ajaran Idris kurang lebih 8 bulan. Saya seringnya difitnah dan ditakut-takuti karena dulu saya buta hukum. Idris menakut-nakuti saya katanya saya sudah jadi buronan Mabes Polri.
Sudah begitu, Idris mengatakan darah Penghujat termasuk saya, halal untuk diminum atau boleh dibunuh. Idris Nawawi ada merencanakan untuk membunuh saya. Santri-santrinya ada juga yang berkomentar di FB, mereka bilang kalau ketemu saya, mereka ingin mematahkan leher saya. Sudah begitu, pengikut Idris ada juga yang mendatangi saudara saya, dan Yayasan di mana tempat yang menyalurkan saya kerja. Karena itulah saya melaporkan Idris di Polda Metro Jaya. Waktu saya belum lapor polisi, Idris menyuruh semua santri-santrinya untuk mencari dan menangkap saya. (selesai)
Aliran Sesat Ajaran Idris Nawawi Akan Dilaporkan ke BAKORPAKEM dan MUI Jabar Setelah Idul Fitri
Keberadaan aliran sesat Idris Nawawi ini sendiri memang sudah dilaporkan juga oleh ES kepada Ormas Islam Pagar Aqidah (GARDAH) Jawa Barat. Ketua Gardah Jawa Barat, Ustadz Suryana Nurfatwa mengatakan, ajaran sesat Idris Nawawi ini sudah dipelajari dan rencananya, pada 18 Juli 2014 akan dilaporkan kepada BAKORPAKEM dan MUI Jawa Barat agar mengeluarkan fatwanya.
Namun, karena masih dalam suasana pilpres pihak BAKORPAKEM belum bisa menerima laporan dari Gardah. “Ana kontak kejaksaan Jabar sebagai Ketua BAKORPAKEM katanya tanggal 18 Juli belum bisa menerima kita karena masih sibuk memantau KPUD Jabar, tapi serius akan menerima kita sesudah idul fitri karena setelah beres memantau KPUD terus libur hari raya. Mohon bersabar kepada semua pihak” katanya melalui pesan pendek kepada Voa-Islam pada Senin (14/07) yang lalu. “Yang jelas masalah aliran sesat Idris Nawawi, Forum Islam (FIS) Jabar dan kita semua akan terus ungkap dan akan terus proses sampai tuntas dengan elegan tentunya” tutup Ustadz Suryana selaku koordinator FIS Jabar.
Penutup
Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, ajaran sesat jumlahnya banyak. Hanya saja, tidak semuanya terpublikasikan oleh media. Bahkan bisa jadi yang tidak terpublikasikan oleh media itu lebih banyak.
Aliran sesat, di manapun adanya, ada yang benar-benar sesat karena pemahamannya, namun ada aliran-aliran sesat yang “diciptakan” oleh oknum-oknum tertentu, yang bertujuan untuk memberikan citra buruk terhadap Islam, sehingga masyarakat enggan untuk belajar Islam.
Kita tentu saja sangat bersedih atas kisah ES ini, seorang wanita yang sedang bersemangat untuk menuntut ilmu tentang Islam dan berusaha mengamalkannya, namun ES malah ikut sebuah aliran sesat yang justru menjauhkannya dari ajaran-ajaran Islam.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, agar terus menambah ilmunya tentang Islam, sehingga dapat menilai dan menangkis setiap ajarang-ajaran yang menyimpang dari Islam. Semoga kisah ES ini juga tidak terjadi lagi kepada umat Islam yang ada di Indonesia dan diseluruh dunia. [Adi/voa-islam.com]
CIREBON(CT) – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi
Masyarakat Nahi Mungkar, mendatangi pesantren pimpinan IN, yang terletak
di Desa Setu Kulon Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.
Karena itulah saya memutuskan untuk keluar dari Jam’ul Ijazah dengan diam-diam tapi sepertinya Idris tahu gelagat saya yang mau menjauh. Kemudian dia fitnah saya macam-macam, di FB saya dijadikan ejeken dengan santrinya di FB. Tadinya di inbox saya udah kasih nasihat baik-baik, tapi yang ada saya mendapat fitnah yang keji, saya dibilang wanita panggilan. Karena ini udah menyangkut pengrusakan aqidah umat Islam, jadi saya bongkar saja penipuan dia di FB, bertujuan agar tidak ada lagi korban, karena Idris Nawawi mencari pengikut, jamaah, santri dari FB.
Niat awal saya mau mengenal santri dan Idris Nawawi adalah untuk mengaji karena saya sedang dalam pencarian mencari seorang guru. Karena dulu Idris Nawawi mengaku keturunan Nabi, bahkan mengaku murid Wali Tertinggi di dunia saat ini, jadi saya tertarik.
Pada awalnya, di group artikel-artikel yang ditulis oleh Idris Nawawi menuju ke arah kebaikan, tapi lambat laun, terus-menerus malah ke hal-hal mistik, seperti jualan jimat. Saya ikut ajaran Idris kurang lebih 8 bulan. Saya seringnya difitnah dan ditakut-takuti karena dulu saya buta hukum. Idris menakut-nakuti saya katanya saya sudah jadi buronan Mabes Polri.
Sudah begitu, Idris mengatakan darah Penghujat termasuk saya, halal untuk diminum atau boleh dibunuh. Idris Nawawi ada merencanakan untuk membunuh saya. Santri-santrinya ada juga yang berkomentar di FB, mereka bilang kalau ketemu saya, mereka ingin mematahkan leher saya. Sudah begitu, pengikut Idris ada juga yang mendatangi saudara saya, dan Yayasan di mana tempat yang menyalurkan saya kerja. Karena itulah saya melaporkan Idris di Polda Metro Jaya. Waktu saya belum lapor polisi, Idris menyuruh semua santri-santrinya untuk mencari dan menangkap saya. (selesai)
Aliran Sesat Ajaran Idris Nawawi Akan Dilaporkan ke BAKORPAKEM dan MUI Jabar Setelah Idul Fitri
Keberadaan aliran sesat Idris Nawawi ini sendiri memang sudah dilaporkan juga oleh ES kepada Ormas Islam Pagar Aqidah (GARDAH) Jawa Barat. Ketua Gardah Jawa Barat, Ustadz Suryana Nurfatwa mengatakan, ajaran sesat Idris Nawawi ini sudah dipelajari dan rencananya, pada 18 Juli 2014 akan dilaporkan kepada BAKORPAKEM dan MUI Jawa Barat agar mengeluarkan fatwanya.
Namun, karena masih dalam suasana pilpres pihak BAKORPAKEM belum bisa menerima laporan dari Gardah. “Ana kontak kejaksaan Jabar sebagai Ketua BAKORPAKEM katanya tanggal 18 Juli belum bisa menerima kita karena masih sibuk memantau KPUD Jabar, tapi serius akan menerima kita sesudah idul fitri karena setelah beres memantau KPUD terus libur hari raya. Mohon bersabar kepada semua pihak” katanya melalui pesan pendek kepada Voa-Islam pada Senin (14/07) yang lalu. “Yang jelas masalah aliran sesat Idris Nawawi, Forum Islam (FIS) Jabar dan kita semua akan terus ungkap dan akan terus proses sampai tuntas dengan elegan tentunya” tutup Ustadz Suryana selaku koordinator FIS Jabar.
Penutup
Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, ajaran sesat jumlahnya banyak. Hanya saja, tidak semuanya terpublikasikan oleh media. Bahkan bisa jadi yang tidak terpublikasikan oleh media itu lebih banyak.
Aliran sesat, di manapun adanya, ada yang benar-benar sesat karena pemahamannya, namun ada aliran-aliran sesat yang “diciptakan” oleh oknum-oknum tertentu, yang bertujuan untuk memberikan citra buruk terhadap Islam, sehingga masyarakat enggan untuk belajar Islam.
Kita tentu saja sangat bersedih atas kisah ES ini, seorang wanita yang sedang bersemangat untuk menuntut ilmu tentang Islam dan berusaha mengamalkannya, namun ES malah ikut sebuah aliran sesat yang justru menjauhkannya dari ajaran-ajaran Islam.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, agar terus menambah ilmunya tentang Islam, sehingga dapat menilai dan menangkis setiap ajarang-ajaran yang menyimpang dari Islam. Semoga kisah ES ini juga tidak terjadi lagi kepada umat Islam yang ada di Indonesia dan diseluruh dunia. [Adi/voa-islam.com]
Selasa, 17 Februari 2015
Tuntut MUI Keluarkan Fatwa Sesat, Al Manar Resmi Laporkan Aliran IDRIS NAWAWI ke Bakorpakem
CIREBON (CT) – Menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di
Pesantren IN, Aliansi Masyarakat Nahi Mungkar (Al Manar) melaporkan
secara resmi kepada Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan
(Bakorpakem) Kabupaten Cirebon atas dugaan penistaan agama dan penipuan.
Al Manar yang dipimpin Andi Mulya melakukan pelaporan resmi disertai dengan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan video. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Perwakilan tokoh agama dan beberapa instansi terkait di Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Cirebon.
Menurut Andi Mulya, pihaknya menuntut dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon agar mengeluarkan fatwa sesat terkait ajaran yang dilakukan oleh IN. Andi menuntut agar sesegera mungkin MUI mengeluarkan fatwa. Andi mengancam akan melakukan tindakan seandainya fatwa tersebut tidak dikeluarkan sesegera mungkin. Setelah keluarnya fatwa dari MUI pihaknya akan menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian.
“Ini adalah proses terakhir. Kami resmi mengadukan kepada Bakorpakem, utamannya MUI yang punya hak untuk fatwa sesat. Sesegera mungkin kasus ini diselesaikan. Jangan sampai habis kesabaranya kami akan tindak sendiri. Jangan salahkan kami,” tegasnya.
Sementara dari pihak MUI menanggapi hal tersebut dengan serius. Pihaknya mengaku akan tetap mengawal kasus tersebut dengan melakukan musyawarah untuk mengerluarkan fatwa tersebut.
“Kami serius dengan hal ini. Kita akan tetap mendampingi lalu akan melakukan musyawarah untuk mengeluarkan fatwa. Mempelajari laporannya, kalau belum bisa dipahami kami akan mendatangkan pelapor supaya jelas,” ujar Bahrudin Ketua MUI Kabupaten Cirebon. (Iskandar)
Al Manar yang dipimpin Andi Mulya melakukan pelaporan resmi disertai dengan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan video. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Perwakilan tokoh agama dan beberapa instansi terkait di Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Cirebon.
Menurut Andi Mulya, pihaknya menuntut dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon agar mengeluarkan fatwa sesat terkait ajaran yang dilakukan oleh IN. Andi menuntut agar sesegera mungkin MUI mengeluarkan fatwa. Andi mengancam akan melakukan tindakan seandainya fatwa tersebut tidak dikeluarkan sesegera mungkin. Setelah keluarnya fatwa dari MUI pihaknya akan menyampaikan laporan kepada pihak Kepolisian.
“Ini adalah proses terakhir. Kami resmi mengadukan kepada Bakorpakem, utamannya MUI yang punya hak untuk fatwa sesat. Sesegera mungkin kasus ini diselesaikan. Jangan sampai habis kesabaranya kami akan tindak sendiri. Jangan salahkan kami,” tegasnya.
Sementara dari pihak MUI menanggapi hal tersebut dengan serius. Pihaknya mengaku akan tetap mengawal kasus tersebut dengan melakukan musyawarah untuk mengerluarkan fatwa tersebut.
“Kami serius dengan hal ini. Kita akan tetap mendampingi lalu akan melakukan musyawarah untuk mengeluarkan fatwa. Mempelajari laporannya, kalau belum bisa dipahami kami akan mendatangkan pelapor supaya jelas,” ujar Bahrudin Ketua MUI Kabupaten Cirebon. (Iskandar)
Senin, 16 Februari 2015
Diduga Sebarkan Ajaran Sesat, Ormas Almanar Datangi Ponpes Pimpinan IDRIS NAWAWI
CIREBON(CT) – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi
Masyarakat Nahi Mungkar, mendatangi pesantren pimpinan IN, yang terletak
di Desa Setu Kulon Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.
Puluhan massa tersebut datang dengan membawa motor dan mobil membawa
spanduk bertuliskan sterilkan wilayah 3 Cirebon dari bentuk aliran
sesat. Dalam orasinya massa mendesak agar pihak Pesantren yang dipimpin
IN agar menjelaskan ajaran yang diberikannya kepad para santri.
Massa menduga apa yang diajarkan oleh IN, sudah jauh dari ajaran
Allah dan Rasulnya. Mereka menduga ajaran yang diajarkan adalah bentuk
perdukunan.
Massa juga menyoroti bisnis usaha yang dilakukan oleh IN yakni bisnis
jual beli batu akik, yang mereka duga adalah bentuk perdukunan dan
sesat. Rencananya massa datang ke Pesantren tersebut untuk berdialog
dengan IN dan para tokoh ulama, serta MUI Kabupaten Cirebon.
Massa tersebut berharap dalam pertemuan ini akan menghasilkan
keputusan yang bisa menyelesaikan permasalah ini karena ajarannya yang
diduga menyimpang. Massa juga mengharapkan kepada IN untuk berhenti
mengajarkan ajaranya lantaran dianggap sesat. (Iskandar)
Usut Aliran Sesat, FIS Jabar Audiensi Dengan Kejati Jabar
PRESS RELEASE FORUM ISLAMI (FIS) JAWA BARAT TENTANG ALIRAN SESAT PIMPINAN IDRIS NAWAWI JAM'UL IJAZAH
Inilah Pengakuan Seorang Wanita Mantan Pengikut Aliran Sesat Idris Nawawi Jam'ul Ijazah Cirebon (1)

BANDUNG (voa-islam.com) – Beberapa waktu yang lalu, diberitakan oleh Voa-Islam.com tentang adanya aliran sesat di Cirebon dengan pimpinannya ialah Idris Nawawi.
Ajaran Idris Nawawi ini dinilai sesat, karena Idris mengaku lebih mulia dari orang tua jamaahnya, jika jamaahnya tidak mengikuti ajaran Idris.
Selain itu, Idris juga sudah menipu jamaahnya dengan cara menjual barang-barang mistiknya, yang menurutnya hasil penjualannya itu digunakan untuk syi’ar Islam dan pembangunan pesantren tahfizul qur’an.
Salah satu korban dari aliran sesat dan penipuan Idris, yaitu (inisial) ES seorang wanita, kepada Voa-Islam (04/07)melalui sambungan telepon,menceritakan kisah perkenalannya dengan aliran sesat Idris sampai akhirnya ES bisa keluar dari jeratan aliran sesat Idris. Berikut kisahnya.
Awal saya ketipu Idris Nawawi karena dulu saya kenal santri dia yang bernama Nurbuat di Facebook (FB). Dia bilang jual tasbih mustika, keilmuwan di mana mahar atau uangnya untuk para janda miskin, anak yatim piatu dan menjamin gurunya (Idris). Karena rasa iba saya pun membeli tasbih Arya Kemuning guna untuk berdzikir. Ternyata, dia menipu saya, nah dari situ saya jadi kenal Idris Nawawi di FB juga.
Dulu, Idris bilang sama saya Nurbuat udah dikeluarkan dari Pondok Pesantrennya secara tidak hormat, tapi sekarang setelah saya keluar dari Jam’ul Ijazah dan melawan Idris, sekarang Nurbuat digabungkan lagi di group Idris Nawawi. Intinya saya kenal Idris dari santrinya, Nurbuat di FB.
Kemudian saya digabungkan di group rahasia dia, di mana dia menjual piranti mistik, tasbih, mustika, pusaka berupa tombak dan keris. Idris bersumpah dengan nama Allah katanya semua maharnya sepeser pun dia ga makan. Kata Idris uangnya digunakan untuk Syi’ar Islam, seperti buat Pondok Pesantren Nurul Qur’an Jam’ul Ijazah, untuk mencetak kitab, dan kaset pengajian.
Karena kedangkalan ilmu agama saya, jadi saya percaya saja karena pas saya cek ke Cirebon benar di sana ada Pondok Pesantren. Sudah itu, disetiap keilmuwan yang Idris jual tertulis nasab hingga ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dia juga mengaku Habib, jadi saya percaya. Idris juga mengaku bernama Pangeran Anaqib, Pangeran Anom, Pangeran Pasukan Khusus, dan lain-lain.
Saya tertarik dari nasab dia, terus Ponpesnya juga, karena saya mencintai anak-anak yang mau belajar agama apalagi menghapalkan Al-Qur’an. Saya ada beli 2 keilmuwan, yaitu Jabaruttiyah mahar 6,5 juta dengan niatan untuk mengobati penyakit ibuku sekaligus ikut syiar. Yang kedua beli keilmuwan haekal, keilmuwan angin 1,5 juta, saya niatnya hanya untuk syi’ar.
Disetiap buku panduan tersebut tertulis ada 100 manfaat di mana katanya kita tinggal arahkan hajat kita ingin apa pasti terwujud. Nyatanya bohong. Saya hanya ingin satu manfaatnya aja yaitu untuk menyembuhkan penyakit ibuku saja tidak berfungsi.
Karena rasa penasaran, saya tanya ke teman-teman yang membeli produknya bermanfaat gak? Mereka menjawab, ga ada manfaatnya yang ada jadi malas beribadah. Ya jawaban teman saya sama tidak bermanfaat tapi malah membuat malas beribadah.
Dan setelah saya dikasih tahu Idris Nawawi buka iklan di majalah Misteri saya jadi kaget, katanya Ulama, mau syiar ko malah pasang iklan di majalah begituan.
Nah karena dia bilang berfam bin Yahya, jadi saya juga penasaran karena itulah saya cari tahu ke Rabithah Alawiyah, Maktab Daimi, dan hasilnya palsu. [Adi/voa-islam.com]
Bersambung...
sumber Voa Islam
Usut Aliran Sesat, FIS Jabar Audiensi Dengan Kejati Jabar
PRESS RELEASE FORUM ISLAMI (FIS) JAWA BARAT TENTANG ALIRAN SESAT PIMPINAN IDRIS NAWAWI JAM'UL IJAZAH
Inilah
Pengakuan Seorang Wanita Mantan Pengikut Aliran Sesat Idris Nawawi (1) -
See more at:
http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/07/18/31692/inilah-pengakuan-wanita-mantan-pengikut-aliran-sesat-idris-nawawi-1/#sthash.towGqWIs.dpuf
BANDUNG (voa-islam.com) – Beberapa
waktu yang lalu, diberitakan oleh Voa-Islam.com tentang adanya aliran
sesat di Cirebon dengan pimpinannya ialah Idris Nawawi. Ajaran Idris
Nawawi ini dinilai sesat, karena Idris mengaku lebih mulia dari orang
tua jamaahnya, jika jamaahnya tidak mengikuti ajaran Idris.
Selain itu, Idris juga sudah menipu
jamaahnya dengan cara menjual barang-barang mistiknya, yang menurutnya
hasil penjualannya itu digunakan untuk syi’ar Islam dan pembangunan
pesantren tahfizul qur’an. Salah satu korban dari aliran sesat dan
penipuan Idris, yaitu (inisial) ES seorang wanita, kepada Voa-Islam (04/07)melalui
sambungan telepon,menceritakan kisah perkenalannya dengan aliran sesat
Idris sampai akhirnya Eni bisa keluar dari jeratan aliran sesat Idris.
Berikut kisahnya.
Awal saya ketipu Idris Nawawi karena
dulu saya kenal santri dia yang bernama Nurbuat di Facebook (FB). Dia
bilang jual tasbih mustika, keilmuwan di mana mahar atau uangnya untuk
para janda miskin, anak yatim piatu dan menjamin gurunya (Idris). Karena
rasa iba saya pun membeli tasbih Arya Kemuning guna untuk berdzikir.
Ternyata, dia menipu saya, nah dari situ saya jadi kenal Idris Nawawi di
FB juga.
Dulu, Idris bilang sama saya Nurbuat
udah dikeluarkan dari Pondok Pesantrennya secara tidak hormat, tapi
sekarang setelah saya keluar dari Jam’ul Ijazah dan melawan Idris,
sekarang Nurbuat digabungkan lagi di group Idris Nawawi. Intinya saya
kenal Idris dari santrinya, Nurbuat di FB.
Kemudian saya digabungkan di group
rahasia dia, di mana dia menjual piranti mistik, tasbih, mustika, pusaka
berupa tombak dan keris. Idris bersumpah dengan nama Allah katanya
semua maharnya sepeser pun dia ga makan. Kata Idris uangnya digunakan
untuk Syi’ar Islam, seperti buat Pondok Pesantren Nurul Qur’an Jam’ul
Ijazah, untuk mencetak kitab, dan kaset pengajian.
Karena kedangkalan ilmu agama saya,
jadi saya percaya saja karena pas saya cek ke Cirebon benar di sana ada
Pondok Pesantren. Sudah itu, disetiap keilmuwan yang Idris jual tertulis
nasab hingga ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dia juga mengaku Habib, jadi
saya percaya. Idris juga mengaku bernama Pangeran Anaqib, Pangeran
Anom, Pangeran Pasukan Khusus, dan lain-lain.
Saya tertarik dari nasab dia, terus
Ponpesnya juga, karena saya mencintai anak-anak yang mau belajar agama
apalagi menghapalkan Al-Qur’an. Saya ada beli 2 keilmuwan, yaitu
Jabaruttiyah mahar 6,5 juta dengan niatan untuk mengobati penyakit ibuku
sekaligus ikut syiar. Yang kedua beli keilmuwan haekal, keilmuwan angin
1,5 juta, saya niatnya hanya untuk syi’ar.
Disetiap buku panduan tersebut
tertulis ada 100 manfaat di mana katanya kita tinggal arahkan hajat kita
ingin apa pasti terwujud. Nyatanya bohong. Saya hanya ingin satu
manfaatnya aja yaitu untuk menyembuhkan penyakit ibuku saja tidak
berfungsi.
Karena rasa penasaran, saya tanya ke
teman-teman yang membeli produknya bermanfaat gak? Mereka menjawab, ga
ada manfaatnya yang ada jadi malas beribadah. Ya jawaban teman saya sama
tidak bermanfaat tapi malah membuat malas beribadah.
Dan setelah saya dikasih tahu Idris Nawawi buka iklan di majalah Misteri
saya jadi kaget, katanya Ulama, mau syiar ko malah pasang iklan di
majalah begituan. Nah karena dia bilang berfam bin Yahya, jadi saya juga
penasaran karena itulah saya cari tahu ke Rabithah Alawiyah, Maktab
Daimi, dan hasilnya palsu. [Adi/voa-islam.com]
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/07/18/31692/inilah-pengakuan-wanita-mantan-pengikut-aliran-sesat-idris-nawawi-1/#sthash.towGqWIs.dpuf
Langganan:
Postingan (Atom)



